
Seperti
yang telah di ketahui bahwa program Khazanah beberapa waktu lalu
menayangkan episode yang bertajuk bertajuk Sholawat. Namun ada sedikit
yang aneh dan bisa dibilang "lucu" bila kita cermati dan hal ini
merupakan pembodohan bagi
orang yang menontonnya.
Wanita penyiar
yang membaca ilustrasi dalam tayangan KHAZANAH itu menjelaskan tentang
macam-macam sholawat yang diamalkan oleh umat Islam yang
sejatinya menurut mereka merupakan bid’ah yang diliputi khurafat dan
takhayul yang sesat karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw (Penyiar
mengucapkan kalimah Shalallahu ‘alaihi wassalam pun dengan makraj dan
tajwid yang payah yang membuat para sufi ketawa gaduh-pen). Sholawat
yang dibaca dalam khasidah-khasidah apalagi dengan iringan rebana dan
goyangan badan orang-orang yang bersholawat, adalah bid’ah dlolalah yang
potensial musyrik, menurutnya.
Terlebih aneh dan sangat "lucu"
lagi ketika kita mendengar uraian penyiar wanita itu. Sewaktu penyiar
wanita itu menguraikan asal-muasal Sholawat Badar. Dikisahkan, bahwa
sholawat Badar dimulai tahun 1960-an ketika seorang kyai bermimpi
melihat para habib yang berpakaian hijau mengumandangkan sholawat badar.
Isteri kyai bersangkutan juga bermimpi ketemu Rasulullah Saw. Lalu kyai
itu menghadap seorang habib yang dikenal ahli kasyaf, disebutkan bahwa
habib itu membenarkan mimpi kyai dan isterinya. Itu sebabnya, sholawat
yang disebut sholawat badar itu sangat baik diamalkan, terutama untuk
membangkitkan semangat umat Islam yang dewasa itu ditekan oleh aksi-aksi
PKI.
Menanggapi permasalahan tayangan KHAZANAH di trans 7 yang
beberapa tayangannya sempat mnimbulkan keresahan di tengah masyarakat
indonesia khususnya Ahlussunnah wal Jama'ah, yang berkaitan dengan
masalah TAWASSUL, ZIAROH KUBUR & SHOLAWAT ... sore kemarin KPI
mngadakan pertemuan antara pihak TRANS 7 ( selaku yag menayangkan
program KHAZANAH ), MUI & pihak Front Pembela Islam sebagai
perwakilan dari ASWAJA yang keberatan dengan penayangan tersebut
diantaranya :
1. KH Muhammad Thobary Syadzily
2. Habib Mustofa Al Jufri ( Mampang )
3. Habib Fachry Jamalullail
4. Kyai Ibnu Mas'ud
Dan dari pertemuan tersebut menghasilkan Hasil bahwasannya :
1. Pihak TRANS 7 meminta maaf apabila di dalam penayangan program
KHAZANAH berkaitan dgn TAWASSUL, ZIAROH KUBUR & SHOLAWAT ada
kesalahan baik Narasi & visual yg mnyinggung dan mnyakiti ummat
Islam khususnya AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH..
2. Pihak TRANS 7 akan
mngadakan perbaikan ke depannya sehingga lebih berhati" dlm mmbahas
suatu masalah di dlm penayangan KHAZANAH
3. Pihak TRANS 7
berjanji selambat"nya sampai dgn pertengahan bulan mei disalah satu
penayangan KHAZANAH mereka akan menayangkan ttg manfaat TAWASSUL, ZIAROH
KUBUR, SHOLAWAT juga MAULID NABI sbagai jawaban dr keresahan ummat
& bukti bahwasannya itu smua bukanlah perbuatan SYIRIK ....
4. Pihak TRANS 7 akan memperbaiki narator selaku pengisi suara di KHAZANAH dgn yg lebih fasih bacaannya dari segi tajwidnya
Khusus untuk poin ke 3, kami mengharapkan kpd smua jama'ah utk sama
sama mnunggu , melihat & membuktikan janji mereka yg diucapkan
didepan kami, KPI, Lembaga Da'wah NU & MUI & FPI
Dan
Alhamdulillah Program Khazanah yang di tayangkan oleh Trans 7 setiap
hari senin sampai jumat pukul 05.30 menyadari kesalahannya dan meminta
maaf kepada seluruh umat Islam.